Strategi Pengembangan Media Cetak Melalui Integrasi Teknologi Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/lentera.v1i1.2Keywords:
Integrasi Teknologi Digital, Pembelajaran Hibrid, Revitalisasi Media Cetak, QR Code Pendidikan, Pembelajaran Augmented RealityAbstract
Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mentransformasi lanskap pendidikan, sehingga mendorong kebutuhan untuk merevitalisasi media cetak konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi teknologi digital ke dalam media cetak sebagai solusi pembelajaran hibrid. Dengan menggunakan metode studi pustaka sistematis, data dikumpulkan dari basis data akademik bereputasi, termasuk Google Scholar, Portal Garuda, dan Sinta, dengan fokus pada publikasi satu dekade terakhir (2014-2024). Analisis mengidentifikasi tiga model integrasi utama: Quick Response Code (QR Code), Augmented Reality (AR), dan platform hibrid cetak-digital. Temuan menunjukkan bahwa integrasi QR Code meningkatkan aksesibilitas dan motivasi belajar dengan menghubungkan teks statis ke sumber daya digital yang dinamis. Integrasi AR memberikan pengalaman imersif yang secara signifikan meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan (engagement), dan retensi memori jangka panjang. Sementara itu, model platform hibrid berhasil mensinergikan kedalaman media cetak dengan fleksibilitas kolaboratif media digital. Kajian menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dapat mentransformasi media cetak menjadi “platform pintar” yang adaptif dan relevan di era digital. Keberhasilan implementasi bergantung pada desain pedagogis, kesiapan teknologi, dan keterjangkauan kontekstual, bukan sekadar pada kecanggihan teknologi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan media dan teknologi pendidikan dalam menciptakan sumber belajar yang inovatif, efektif, dan berkelanjutan.

